Minyak Goreng Curah Dilarang, Kenali Juga Risiko Makan Goreng-gorengan

Mulai 2020, minyak goreng curah tidak boleh lagi diperdagangkan (Foto: iStock)

Jendralpoker agen poker online - Mulai Januari 2020, minyak goreng curah tidak boleh lagi diperdagangkan. Alasan utamanya adalah kesehatannya kurang terjamin dibandingkan minyak goreng kemasan.

Bicara soal kesehatan, makanan yang digoreng memang tidak dianjurkan. Bukan berarti tidak boleh dimakan sama sekali, tetapi ada baiknya dibatasi karena berlebihan makan gorengan ada risikonya.

Apa saja risikonya? Berikut di antaranya :


1. Mengandung lemak trans
Pemanasan dengan suhu tinggi dan berulang dapat mengubah struktur minyak goreng menjadi lemak trans yang susah dipecah di dalam tubuh. Penumpukan lemak trans berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas, diabetes, hingga serangan jantung.






Jendralpoker - Agen Judi Poker Terbaik dan Terpercaya di Indonesia
Poker Online | Domino 99 | Bandar Q | Bandar 66 | Bandar Poker | Capsa Susun | Adu Q | Sakong


2. Tinggi kalori
Jenis makanan yang sama akan mengandung lebih banyak kalori ketika digoreng, dibandingkan diolah dengan cara lain. Alasannya, proses penggorengan menurunkan kadar air dan membuat lemak terserap lebih banyak. Sebagai perbandingan, 100 gram kentang panggang mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak sedangkan kentang goreng dengan jumlah yang sama mengandung 319 kalori dan 17 gram lemak.

3. Bahaya acrylamide
Acrylamide merupakan senyawa toksik yang terbentuk selama proses memasak dengan temperatur tinggi, seperti digoreng dan dipanggang. Bahan makanan yang mengandung pati seperti kentang, menghasilkan acrylamide lebih banyak. Beberapa penelitian mengaitkannya dengan risiko kanker.




Didukung oleh Bank Terpercaya diIndonesia
BCA | MANDIRI | BNI | BRI

Posted by Jendralpoker Agen Poker Online

WhapApp : +855-8731-8883

Kami ada karena Anda

Comments

Popular posts from this blog

Via Vallen Pilih Perawatan Supaya Pipi Tirus, Apa Bedanya dengan Oplas?

Benarkah Bersepeda Terlalu Lama Bisa Sebabkan Kanker Prostat?