Cyberchondria, 'Gangguan Jiwa' karena Keseringan Googling Penyakit

Cyberchondria, gangguan jiwa karena sering googling soal penyakit. Foto ilustrasi: thinkstock

Jendral poker agen poker online - Perkembangan internet memberikan banyak sekali manfaat mulai dari komunikasi yang lebih cepat membantu orang terhubung hingga mempelajari berbagai hal kapan saja dan di mana saja mereka mau.

Namun ada peningkatan masalah dengan penggunaan internet berlebihan. Banyak orang yang telah menunjukkan indikasi ketergantungan pada mesin pencari atau Google untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mereka.

Sebuah studi menunjukkan kecemasan atau kekhawatiran obsesif tentang kesehatan meski hanya memiliki gejala kecil bisa jadi salah satu gangguan jiwa. Hal ini disebut peneliti sebagai cyberchondria.

Menurut Jill Newby dari University of New South Wales, dan Eoin McElroy dari University of Leicester di Inggris, cyberchondria terjadi ketika seseorang memperoleh terlalu banyak informasi dari pencarian web tentang suatu kondisi. Hal ini kemudian memicu kecemasan dan kepanikan.



Jendralpoker - Agen Judi Poker Terbaik dan Terpercaya di Indonesia
Poker Online | Domino 99 | Bandar Q | Bandar 66 | Bandar Poker | Capsa Susun | Adu Q | Sakong





Cyberchondria bisa dimulai ketika seseorang mencari tentang kondisi kecil seperti sering sakit kepala. Mesin pencari seperti Google lalu memberi hasil cerita-cerita menakutkan yang mendorong orang tersebut berpikir dirinya sakit parah.

"Algoritma pencarian web sangat misterius. Tetapi hasil pencarian teratas belum tentu penjelasan yang paling mungkin untuk gejala Anda," kata peneliti.

Para peneliti mengatakan kecemasan kesehatan dapat menyebabkan kontak yang tidak perlu dengan layanan kesehatan dan secara negatif mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Tim peneliti juga menganalisis efek dari konsultasi online pada 41 orang dengan kecemasan kesehatan yang parah dan kelompok kontrol dari 41 orang sehat.

Para peneliti juga memberikan dukungan telepon dari seorang psikolog selama percobaan. Mereka kemudian menentukan bagaimana pencarian web yang berlebihan mempengaruhi gaya hidup peserta.

Hasil menunjukkan bahwa terapi perilaku (CBT) dapat membantu mengurangi cyberchondria. Peserta dengan kecemasan kesehatan melaporkan berkurangnya frekuensi pencarian online dan peningkatan kemampuan untuk mengontrol aktivitas pencarian mereka.



Didukung oleh Bank Terpercaya diIndonesia
BCA | MANDIRI | BNI | BRI

Posted by Jendralpoker Agen Poker Online

WhapApp : +855-8731-8883

Kami ada karena Anda

Comments

Popular posts from this blog

Via Vallen Pilih Perawatan Supaya Pipi Tirus, Apa Bedanya dengan Oplas?

Benarkah Bersepeda Terlalu Lama Bisa Sebabkan Kanker Prostat?